Keterangan Foto: Mahasiswa yang PKL di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara melakukan foto bersama dengan dosen pembimbing usai acara penarikan
TERNATE – Pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, tahun 2026 resmi berakhir.
Berakhirnya kegiatan PKL ditandai dengan penjemputan mahasiswa PKL oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) secara serentak di setiap instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMS.
Ketua panitia PKL FEBI IAIN Ternate 2025, Hilman Idrus mengatakan, pelaksanaan PKL berlangsung pada 17 Juni lalu, dan berakhir pada Selasa, 28 Juli 2026. Dia mengungkapkan, PKL mahasiswa FEBI di tahun ini berbeda dengan PKL pada tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, PKL pada tahun 2026, pihak panitia hanya menerjunkan mahasiswa hanya di kota Ternate. Kondisi ini dilakukan, karena terantuk dengan kebijakan efesiensi anggaran yang dilakukan pemerintah, sehingga pihak panitia memutuskan untuk membatasi lokasi PKL.
“Sebenarnya sesuai rencana, serta menidaklanjuti skema PKL yang diusung pimpinan fakultas, mahasiswa PKL bakal diterjunkan di seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara. Hanya saja, tahun 2026 ini, kami (panitia, red) tidak dapat menyanggupi, lantaran terbentur dengan kebijakan penghematan anggaran,” katanya, Selasa (28/7/2026).
Dia mengungkapkan, mahasiswa yang mengikuti kegiatan PKL berjumlah 140
mahasiwa, terdiri dari 4 program studi yang ada pada FEBI IAIN Ternate, yakni
prodi perbankan syariah (PBS), manajemen keuangan syariah (MKS), akuntansi
syariah (AKS), dan ekonomi syariah (EKS).
Dari 140 mahasiswa tersebut, lanjut dia, terbagi pada 26 instansi pemerintah, BUMN dan BUMS, di antaranya 22 lokasi PKL di kota Ternate, 2 lokasi di kota Tidore Kepulauan, 1 lokasi di kabupaten Halmahera Barat, serta 1 lokasi di kabupaten Halmahera Selatan.
“Pembagian lokasi dilakukan secara acak, yakni dibagi per setiap program studi,” ungkapnya.
Dia menambahkan, sepanjang pelaksanaan PKL, mahasiswa terlihat bersemangat untuk mengikuti kegiatan PKL. Selain itu, menurut dia, komunikasi antara instansi atau BUMN dan BUMS dengan pihak panitia tetap terbangun dalam upaya mengontrol jalannya pelaksanaan PKL.
“Hal terpenting yang dijaga adalah soal
kepercayaan instansi terhadap fakultas, agar di tahun mendatang tidak ada
keluhan, jika kami kembali menerjunkan mahasiswa untuk praktik,” tandasnya.
Penulis: Hilman Idrus